This is How I Call “5-Holy-day”

Liburan kali ini menyisakan sejuta kesan yang cukup mendalam buat saya. Bagaimana tidak, jika ternyata waktu yang identik dengan kegalauan, kesia-siaan, ketidakproduktifan dan ketidakpedulian bisa begitu bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi mereka yang sudah begitu berarti buat saya.

Liburan selama lima hari kemarin saya isi dengan mengisi pelatihan elektronika praktis di sekolah saya, MTs dan MA Zakaria. Pelatihan yang pada awalnya diniatkan untuk menjadi ekskul dan diawali dulu dengan pelatihan dasar. Sempat cemas dan khawatir dengan antusiasme peserta yang saya takut kurang tinggi. Namun seiring berjalannya waktu, saya memperoleh beberapa kepastian tentang peserta dan guess what, saya harus menangani 20 orang yang benar benar memiliki passion di bidang elektronika praktis, karena mereka memilih untuk mengikuti training ini. Bukan karena dipaksa dan bukan pula karena disuruh oleh sekolah.

Ketika amanah ini diletakkan di bahu saya, saya merasa amanah ini bukanlah sesuatu yang ringan. Di bahu saya diletakkan minat dan passion 20 orang yang merupakan adik-adik saya. Di bahu saya dialamatkan 20 karakter berbeda untuk ditempa hanya dalam waktu 5 hari untuk mengajarkan tentang elektronika praktis. Hal yang sulit memang, tapi bukan hal yang mustahil.

Akhirnya saya mencoba menyusun beberapa hal yang mungkin bisa berguna untuk anak anak tersebut. Pertama saya menyusun kurikulum. Hal yang mulai sering saya lakukan terutama setelah menjabat sebagai kepala sekolah PROKM 2011. Kurikulum yang saya susun merupakan perpaduan dari kurikulum rangkaian elektronika untuk SMP dan sedikit masukan dari guru-guru di MTs. Ditambah dengan kuesioner jadilah saya susun kurikulum sederhana yang pada intinya pelatihan tersebut meliputi : Pengelanan komponen, Pembuatan Flip Flop, Pembuatan Power Supply, Pembuatan H-Bridge, dan yang terakhir Mekanisme Gerak Robot. Dengan adanya bahan-bahan tersebut, saya pun mulai mengajar pada hari senin tanggal 2/1/2012.

2/1/2012

Pada waktu hari pertama mengajar, sejujurnya saya merasa kurang persiapan. Bukan tanpa sebab, karena saya baru diminta mengajar pada H-7 dan tentu saja karena sudah lama saya tidak memegang solder. Walaupun pada akhirnya berdatanganlah 20 anak kecil yang lucu dan menggemaskan penuh dengan semangat elektroteknik untuk belajar mengenai elektronika sangat praktis.

Saya pun mulai memperkenalkan diri, hal yang sebenarnya tidak perlu karena salah satu dari mereka adalah adik saya dan dia sudah memberitahu teman-temannya bahwa saya akan menjadi pemateri di pelatihan elektronika ini. Setelah puas dengan perkenalan diri, saya pun mulai membuka slide tentang pengenalan komponen elektronika. Satu hal yang saya lupakan adalah mereka masih kelas VII dan VIII sehingga mereka belum belajar sama sekali tentang elektronika di sekolah. Akibatnya pertanyaan demi pertanyaan pun bermunculan dan saya bahkan tidak bisa menyelesaikan keseluruhan slide. Tapi yang jelas, dari pertemuan pertama saya tahu bahwa anak-anak tersebut punya minat yang besar terhadap bidang ini. Hal ini terlihat dari semangatnya yang menggebu-gebu dan terpancar dari cara mereka menatap tulisan demi tulisan yang terpampang di papan tulis sambil mengernyitkan dahi seolah bertanya, “ini benda macam apa?”

Selain mengenalkan tentang komponen, dengan waktu yang tersisa akhirnya saya harus pula menjelaskan tentang rangkaian. Karena bagaimanapun, mereka tidak akan bisa menyusun rangkaian kalau tidak memahami tentang teorema rangkaian. Iya kan? dan hari ini pun saya tutup dengan memperkenalkan format jurnal IEEE dan menyuruh mereka untuk membuat tulisan mengenai pertemuan hari ini dengan format IEEE tersebut. Hasilnya?? Inbox saya dipenuhi sms mereka yang menanyakan tiap bagian dari jurnal tersebut. Senang sekaligus haru menjadi satu menyaksikan kesungguhan dan keseriusan mereka dala mengikuti pelatihan ini.

to be continued…


  1. umarsaidhabibulloh posted this