Mencoba Menjelaskan Hal Yang Rumit Menjadi Indah..

Sekarang ini saya sedang menggarap TA, judulnya “Cost Benefit Analysis Digital TV Migration DVBT vs DVB T2 in Indonesia”. Nah, saya yang gak ngerti apa-apa tentang DVB ini terjebak di sebuah tema yang membuat saya bingung. Kebingungan yang pertama adalah ketika saya harus membuat resume mengenai DVB-T dan DVB-T2. Gugling sana sini, nyari nyari siapa tau ada referensi yang sumbernya bahasa Indonesia. Kebingungan yang kedua adalah saya harus menyelesaikan penelitiannya sebelum desember yang artinya cuma 4 bulan. Dan yang ketiga saya harus udah buat jurnalnya bulan ini, yang artinya 5 hari lagi. Meeen….

Oiya, biar gak bingung mari kita bercerita tentang TV di Indonesia. Jadi TV di Indonesia itu sekarang masih TV analog. CMIIW. Nah, ada yang punya usulan untuk menerapkan suatu kebijakan gimana kalau di Indonesia diadakan migrasi dari TV analog ke TV digital. Nah, banyak banget penelitian yang ngebahas tentang migrasi ini. Masalahnya, sekarang orang-orang udah terlanjur nyaman dengan TV analog ini. Padahal kalau tau gimana serunya si TV digital ini, mungkin orang-orang bakalan milih untuk migrasi. Selain faktor si orang-orangnya (konsumen), keribetan juga dialami oleh sang pembuat kebijakan. Sebuah kebijakan seharusnya dibuat untuk memberikan keuntungan, terutama pada pembuat kebijakan. Keuntungan tersebut bisa bersifat politis maupun materi. Naah, kerjaan saya ini sebenarnya simpel. Ngeliat mana yang lebih ngasih keuntungan buat sang pembuat kebijakan ini. Migrasi dari TV analog ke TV digital dengan teknologi DVB T, atau teknologi DVB T2.

DVB T maupun DVB T2 sebenarnya hanya sebuah istilah untuk menyatakan suatu teknologi yang digunakan di TV digital. Perbedaan keduanya terutama pada kapasitasnya. Kalau DVB T bisa menampung sampai 19.9 Mbps, maka DVB T2 bisa menampung sampai 37 Mbps. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan kalau kapasitas DVB T2 tersebut bisa mencapai 40-an Mbps.

Nah, kalau dilihat sekilas, kita bisa aja langsung bilang, “yaudah, pake DVB T2 aja. Kan kapasitasnya lebih besar”. Ya kalau diliat gitu doang langsung bisa ambil kesimpulan mah gausah dijadiin TA atuh. :)

to be continued…